Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah.
Teknik Industri Archive
The Toyota Way
Read the rest of this entry »
Toyota pertama kali menjadi perhatian dunia dengan kualitas dan efisiensi yang istimewa. mobil-mobil dari jepang bertahan lebih lama dibandingkan dengan mobil-mobil buatan amerika. Purna jual lebih baik dan memerlukan sedikit reparasi dibandingkan dengan produk-produk mobil buatan perusahaan lain. Yang istimewa dari Toyota yaitu dalam perancangan dan pembuatan produk mobil-mobil memiliki konsistensi pada proses produk yang bagus. Toyota merancang produknya lebih cepat, dengan tingkat kehandalan yang lebih tinggi tetapi dengan biaya yang kompetitif, meskipun biaya pekerja upah pekerja Jepang yang relatif tinggi. Permasalahan dan kelemahan yang tampak di dalam Toyota segera diselesaikan dengan cepat. Tingkat penjualan produk Toyota saat ini mencapai enam juta tiap tahun di 170 negara. Apalagi di krisis global kemarin. Saham dari perusahaan Toyota menunjukkan kenaikan, padahal perusahaan kompetitor lain sahamnya pada turun semua. Kondisi ini tidak terlepas dari prinsip “Toyota Ways” yang diterapkan di perusahaan Toyota.
manajemen kinerja
Ada seorang atasan sebuah perusahaan manufaktur yang sedang melakukan inspeksi turun ke bawah untuk memeriksa anak buahnya. Ketika dia berkeliling, ia bertemu dengan joni, seorang operator mesin, yang kelihatannya tidak mengerjakan apa-apa. Sang atasan perusahaan tersebut langsung menghampiri Joni dan menanyakan apa yang terjadi. Si karyawan tadi menerangkan bahwa ia sedang menunggu teknisi mesin untuk memperbaiki mesin tersebut. terjadi percakapan antara atasan dengan Joni tersebut.
Atasan : Bantulah saya untuk memahami hal ini. Sudah berapa lama kamu bekerja dengan menggunakan mesin ini??
Joni : Rasanya sudah sekitar dua puluh tahun, pak.
Atasan : Apakah kamu mau mengatakan bahwa selama dua puluh tahun ini kamu masih belum juga bisa memperbaiki mesin ini?? Sangat sulit dipercaya. Saya kira kamu adalah operator terbaik di perusahaan ini. Joni : Saya mampu memperbaiki mesin ini dengan mata tertutup. Tetapi biar bapak tahu, memperbaiki mesin ini bukanlah pekerjaan saya. Deskripsi kerja saya hanya menggunakan mesin ini, jika ada kerusakan saya harus melapor kepada teknisi. Saya tidak mau ada orang yang marah.
Read the rest of this entry »
Konsep Manajemen Supply Chain
Persaingan bisnis yang ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya sehari-hari. Jika dilihat secara mendalam, inti dari persaingan perusahaan terletak pada bagaimana sebuah perusahaan mengimplementasikan proses penciptaan produk atau jasa secara lebih murah, lebih baik dan lebih cepat (cheaper, better, faster) dibandingkan dengan kompetitornya. Namun, banyak perusahaan yang sudah tidak mungkin lagi menerapkan dan mengimplementasikan resource-nya, sehingga salah satu caranya adalah dengan membuat strategi manajemen supply chain.
*****
Supply chain atau rantai persediaan adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini merupakan jaring yang menghubungkan berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengadakan pengadaan barang (procurement) atau menyalurkan (distribution) barang tersebut secara efisien dan efektif sehingga akan tercipta nilai tambah (value added) bagi produk tersebut. Supply chain merupakan logistic network yang menghubungkan suatu mata rantai antara lain suppliers, manufacturer, distribution, retail outlets, customers. Supply chain memandang konsep manajemen logistik yang dipandang lebih luas yang mulai dari barang dasar sampai barang jadi yang dipakai oleh konsumen akhir, yang merupakan mata rantai penyediaan barang. Adapun aktivitas yang terlibat dalam manajemen supply chain yaitu aliran barang, aliran informasi, aliran transaksi dan aliran uang.
Read the rest of this entry »
Sikap kerja 5S
Jika dipandang dari sumber daya alam, Jepang tidak memiliki suatu keunggulan bersaing. Tidak ada sumber minyak, Sedikit sumber bijih besi, Batubara yang sedikit, Hutan yang kurus. Negeri ini tidak dapat menghasilkan cukup makanan untuk memberi makan rakyatnya. Namun jika dipandang dari sumber daya manusia (SDM) orang jepang jumlahnya berlimpah. Budaya dan sikap orang Jepang yang bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam kehidupan mereka. Hubungan kerja dengan karyawan paling harmonis, karena karyawan menyadari pentingnya mencari cara mengerjakan sesuatu yang lebih baik, optimal dan efisien.
Yang terkenal dari jepang yaitu industrinya yang berkembang dengan pesat dan diakui oleh dunia. Hal ini tidak terlepas dari Total Quality Management (TQM) yang tersebar di seluruh perusahaan jepang mulai dari atas sampai bawah,Kaizen atau continues Improvement, Proses pabrik Just-In-Time dan beberapa teknik lain yang tujuannya untuk menghasilkan kualitas produk yang lebih baik. Diantara semua itu yang paling dasar dan menjadi budaya adalah prinsip 5S yang memberi tekanan kepada tempat kerja yang terorganisir dengan baik. Dengan adanya 5S lingkungan dan kondisi kerja menjadi lebih baik.
*****
Gerakan 5S yaitu merupakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilihan di tempat kerja, mengadakan penataan, pembersihan, memelihara kondisi dan kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Nama 5S berasal dari huruf pertama istilah Jepang yang menjadi semboyannya yaitu : Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke. Istilah ini di Indonesia sering juga disebut dengan Pemilihan, Penataan, pembersihan, pemantapan dan pembiasaan.
Read the rest of this entry »
