Minggu sore (7/02/2010), Saya menyusuri City Walk Solo dengan jalan kaki bersama komunitas Blogger Bengawan. Menikmati bangunan-bangunan yang mempunyai sejarah di Solo. Berjalan di tengah hijaunya pohon dan taman sepanjang jalan. Melewati trotoar-trotoar yang lebar dan tertata dengan rapi. Suasana yang menyenangkan hingga senja telah berlalu. Melihat berbagai karakteristik orang yang lewat dan beraktivitas di sepanjang trotoar.
City Walk merupakan salah satu ruang publik bebas bagi warga kota berada. Sebuah Pedestrian yang tentu hanya boleh dilewati bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Setiap orang berhak untuk menikmatinya dengan gratis. Apalagi City walk dapat digunakan sebagai tempat hiburan dan melepas stress dari berbagai aktivitas hidup. City walk memiliki peranan besar bagi manusia sebagai mahkluk sosial. Di jalan, masyarakat dapat untuk melihat manusia lain dalam berinteraksi.
Suasana pegunungan yang sejuk. Udara yang bersih dan jarang dari polusi. Sebuah telaga yang berada di lereng gunung Lawu. Lebih tepatnya berada di daerah Plaosan, Magetan. Sebuah telaga yang tenang. Di kelilingi oleh indahnya pemandangan pegunungan. Tidak hanya itu air danau yang tenang, pantulan panorama gunung yang terpantul di permukaan telaga Sarangan dan kabut yang seketika datang membuat hati terasa sejuk ketika berkunjung ke telaga Sarangan.