industri Archive

Perdagangan Bebas ASEAN dan CHINA

Tepat tanggal 1 Januari 2010 mulai diberlakukan FreeTrade Agreement (FTA/Perjanjian Perdagangan Bebas) ASEAN-China.  Negara-begara ASEAN yang termasuk yaitu : Indonesia, malaysia, Singapura, Brunai, Vietnam, Filiphina, Kamboja, Laos, Thailand, dan Myanmar. Adapun hasil kesepakatannya yaitu bea masuk produk manufaktur China ke ASEAN, termasuk Indonesia, ditetapkan maksimal 5 persen, sedangkan di sektor pertanian 0 persen tanpa pajak sama sekali. Kerangka kerja sama FTA ASEAN-China sebenarnya telah disepakati pada tahun 2002 di masa pemerintahan Megawati dan baru dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2010. Namun baru akhir penghujung tahun 2009 ini indonesia menyuarakan keberatannya.

Read the rest of this entry »

The Toyota Way

Toyota pertama kali menjadi perhatian dunia dengan kualitas dan efisiensi yang istimewa. mobil-mobil dari jepang bertahan lebih lama dibandingkan dengan mobil-mobil buatan amerika. Purna jual lebih baik dan memerlukan sedikit reparasi dibandingkan dengan produk-produk mobil buatan perusahaan lain. Yang istimewa dari Toyota yaitu dalam perancangan dan pembuatan produk mobil-mobil memiliki konsistensi pada proses produk yang bagus. Toyota merancang produknya lebih cepat, dengan tingkat kehandalan yang lebih tinggi tetapi dengan biaya yang kompetitif, meskipun biaya pekerja upah pekerja Jepang yang relatif tinggi. Permasalahan dan kelemahan yang tampak di dalam Toyota segera diselesaikan dengan cepat. Tingkat penjualan produk Toyota saat ini mencapai enam juta tiap tahun di 170 negara. Apalagi di krisis global kemarin. Saham dari perusahaan Toyota menunjukkan kenaikan, padahal perusahaan kompetitor lain sahamnya pada turun semua. Kondisi ini tidak terlepas dari prinsip “Toyota Ways” yang diterapkan di perusahaan Toyota.

Read the rest of this entry »

Kepuasan Pelanggan

Peluang usaha di Indonesia saat ini semakin menjamur, sehingga banyak perusahaan baik milik Negara maupun dari swasta berupaya meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan merangkul berbagai kalangan masyarakat. Dalam rangka menciptakan iklim pelanggan yang loyal pada suatu produk atau jasa yang dihasilkan sebuah perusahaan harus adanya usaha untuk melahirkan kepuasan pelanggan. Dengan adanya kepuasan pelanggan maka akan tercipta loyalitas pelanggan. Pelanggan yang loyal tidak akan terpengaruh oleh kompetitor lain dan juga dapat memaksimalkan profit dari perusahaan.

Read the rest of this entry »

Sikap kerja 5S

Jika dipandang dari sumber daya alam, Jepang tidak memiliki suatu keunggulan bersaing. Tidak ada sumber minyak, Sedikit sumber bijih besi, Batubara yang sedikit, Hutan yang kurus. Negeri ini tidak dapat menghasilkan cukup makanan untuk memberi makan rakyatnya. Namun jika dipandang dari sumber daya manusia (SDM) orang jepang jumlahnya berlimpah. Budaya dan sikap orang Jepang yang bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam kehidupan mereka. Hubungan kerja dengan karyawan paling harmonis, karena karyawan menyadari pentingnya mencari cara mengerjakan sesuatu yang lebih baik, optimal dan efisien.

Yang terkenal dari jepang yaitu industrinya yang berkembang dengan pesat dan diakui oleh dunia. Hal ini tidak terlepas dari Total Quality Management (TQM) yang tersebar di seluruh perusahaan jepang mulai dari atas sampai bawah,Kaizen atau continues Improvement, Proses pabrik Just-In-Time dan beberapa teknik lain yang tujuannya untuk menghasilkan kualitas produk yang lebih baik. Diantara semua itu yang paling dasar dan menjadi budaya adalah prinsip 5S yang memberi tekanan kepada tempat kerja yang terorganisir dengan baik. Dengan adanya 5S lingkungan dan kondisi kerja menjadi lebih baik.

*****

Gerakan 5S yaitu merupakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilihan di tempat kerja, mengadakan penataan, pembersihan, memelihara kondisi dan kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Nama 5S berasal dari huruf pertama istilah Jepang yang menjadi semboyannya yaitu : Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke. Istilah ini di Indonesia sering juga disebut dengan Pemilihan, Penataan, pembersihan, pemantapan dan pembiasaan.

Read the rest of this entry »

Produk Baru dan Manajemen Produk

Ketika orang menyebut mengenai ’produk baru’, orang akan berpikir tentang teknologi – Komputer, robotika, Digital. Namun kebanyakan produk baru jauh lebih sederhana – film baru, grup musik baru, makanan cepat saji, dan usaha baru. Perkembangan produk baru, biasanya akan membuat kita berpikir bahwa itu berasal dari proses sebelumnya dan dirancang oleh orang berpengalaman dalam inovasi produk. Tapi itu tidak semuanya benar, karena ada juga produk yang memang berasal dari ide yang benar-benar baru.

Produk baru, dibagi menjadi 5 kategori, yaitu:

  1. New to the world produk, produk ini benar-benar baru. Contoh: mobil pertama, kamera polaroid pertama, dll.
  2. New category entries, produk pendatang baru. Artinya produk ini baru bagi perusahaan tapi tidak baru di dunia. Contoh: Handphone pertama buatan Acer.
  3. Additions to product line, produk yang sudah ada dan merupakan pasar pertama bagi pasar. Contoh: detergen cair, dll.
  4. Product improvements, produk baru yang lebih baik sebagai pengembangan produk yang sudah ada.
  5. Repositioning, produk yang ditargetkan untuk penggunaan dan aplikasi yang baru. Misalnya kamera CCTV.

****

Produk baru itu penting karena ini merupakan bisnis besar. Lebih dari Jutaan sampai milliaran rupiah dana yang dihabiskan tiap tahunnya untuk pembuatan teknologi baru. Perusahaan bahkan mempekerjakan karyawan dan bahkan divisi khusus untuk mengembangkan produk barunya. Mengeluarkan dana lagi untuk mempromosikan produk barunya. Seberapa pentingkah sebenarnya produk baru itu?. Alasan sebenarnya adalah ’produk baru’ merupakan jawaban bagi masalah besar sebagian besar organisasi perusahaan. Karena, pesaing akan masuk ketika:

  1. terlalu sedikit variasi produk yang memiliki harga terjangkau,
  2. mereka memiliki produk baru dan kita tidak.
  3. Keuntungan akan hilang ketika harga tidak bisa menutup biaya produksi, yaitu saat pesaing datang dengan harga yang rendah.
  4. pembeli tidak memilih produk kita
  5. peraturan tidak mengijinkan adanya produk baru dan memberi alternatif barang
  6. teknologi kurang bersaing dan kualitas kurang diperhatikan.

Secara singkatnya, kesuksesan produk baru adalah lebih bagus daripada hal lain yang akan terjadi di perusahaan. Selain itu alasan kenapa produk baru itu sangat penting karena prosesnya cukup sulit. Ratusan orang terlibat dalam pengembangan produk baru, membutuhkan departemen yang berbeda-beda (penjualan, keteknikan, pembuatannya, dll). Namun banyak juga produk baru yang gagal. Kegagalan disebabkan karena produk itu merupakan hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan dengan konsep yang berbeda, padahal salah satu kunci suksesnya adalah produk harus unik, dibutuhkan, dan sesuai kebutuhan konsumen. Alasan terakhir adalah it’s a great life karena pembuatan dan perancangan produk baru sangat menyenangkan dan menantang. Walaupun semuanya memiliki resiko, baik resiko personal maupun dalam operasi pembuatannya, kegiatan ini tetap menarik karena akan menghasilkan keuntungan yang besar.

Read the rest of this entry »

Page 2 of 212