Tidak selamanya perekonomian Indonesia bergantung pada ekonomi yang bergantung pada hasil alam. Sebut saja komoditas minyak, gas, mineral dan hasil alam lainnya. Indonesia harus juga mengembangan dan mempertahankan industri-industri di sektor non-migas. Sebut saja Industri dan manufaktur, perdagangan, Pariwisata, dan tentu saja sektor Industri Kreatif. untuk definisi dan subsektoral industri kreatif, anda bisa membacanya di tulisan saya dahulu mengenai industri kreatif.
Menurut departemen perdagangan republik indonesia pengertian industri kreatif didefinisikan sebagai “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.”
Saya suka sekali menonton film. Untuk film ini ada film yang bagus yang saya rekomendasikan untuk ditonton. Ini merupakan film India atau film dari Bollywood. Memang di film ini ada tarian yang khas ciri dari film India. Tapi menurut saya, film ini ceritanya bagus. Penuh dengan inspirasi. Apalagi bagi kita yang masih tergolong muda. Tidak kalah dibandingkan dengan film dari Hollywood.
Ini merupakan salah satu buku yang saya baca di bulan Februari ini. Judul buku tersebut yaitu Konsep Teknologi Dalam Pengembangan Produk Industri. dengan taglinenya yaitu Pendekatan Kolaboratif Pada Konsep Teknologi dan Desain Produk Industri karya tulisan dari dua orang dosen yaitu Ir. Suwarno dan Yunia Dwie Nurcahyanie, ST.
Dalam era persaingan global ini, perusahaan jasa dan manufaktur dituntut untuk bersaingan dengan maksimal dengan para kompetitor untuk mendapatkan pendapatan yang lebih agar perusahaan lebih bertahan. Apalagi perusahaan juga harus melakukan respon yang cepat terhadap pasar yang ada dikarenakan tuntutan dari pasar yang bergerak secara dinamis. Selain itu rantai pasok (supply chain) harus bergerak secara cepat untuk memenuhi kebutuhan mulai dari bahan baku dari pemasok (supplier) sampai barang yang sudah jadi yang berada di konsumen. Oleh karena itu perlu suatu adanya monitoring untuk memantau aktivitas perusahaan untuk memudahkan proses kerja.
Saat pulang ke Sragen, saya menyempatkan diri untuk melewati Sragen Technopark (STP) tersebut. Sebuah kompleks bangunan yang luas dan megah. Sragen Technopark Ganesha Sukowati adalah nama lengkap komplek bangunan ini. menurut dari situs pemerintah kabupaten (pemkab) Sragen, bangunan Sragen Technopark ini merupakan suatu kompleks bangunan riset yang menghubungkan antara pihak pemerintah, universitas dan lembaga pendidikan dan industri di daerah Sragen. Sragen Technopark ini dibangun untuk tujuan pengembangan dan riset, pengembangan dan kerjasama untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja, produk dan pelayanan yang mempunyai nilai jual dan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat Sragen itu sendiri.