Pernah dengarkah anda mengenai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)?? Terutama anda yang dari kalangan akademis dan sastra pasti kamus ini menjadi acuan untuk penulisan kata-kata baku. Selain itu dari kamus tersebut kita bisa mengetahui makna dan arti dari sebuah kata berbahasa Indonesia. Kamus ini yang menjadi pedoman yang paling tinggi berbahasa Indonesia.
Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI ini pertama kali terbit saat 28 Oktober 1988 saat Pembukaan Kongres V Bahasa Indonesia yang disusun oleh yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Sampai saat ini (2010), KBBI sudah mengalami empat kali revisi yaitu pada tahun 1988, 1991, 2005, dan 2008. Yang sekarang sudah memuat sampai 90.000 daftar.
Selama masa tugas akhir saya dalam menempuh gelar S1 Teknik Industri, skema penulisan dan tata bahasa saya juga harus mengacu pada kamus besar tersebut. Mungkin anda yang bergerak di bidang lain juga masih bergantung pada kamus tersebut.
KBBI Online
KBBI yang berbentuk buku kamus memang begitu tebal. Halaman yang terdapat dalam buku tersebut bisa mencapai ribuan lembar. Bayangkan jika kita harus membawanya kemana-mana. Pasti berat. Seiring dengan perkembangan teknologi, KBBI ini juga mengalami evolusi. KBBI bisa diakses dengan internet. Hasilnya pun menjadi praktis. Kita tinggal memasukkan kata pencarian.
Adapun alamat untuk KBBI online ini bisa diakses di :
1. KBBI DARING —-> KBBI online resmi dari DIKNAS.
2. KAMUS BAHASA INDONESIA.ORG —-> KBBI versi tidak resminya.
KBBI Offline
Bagi yang jarang online dan koneksi intenet yang terbatas, Anda juga masih bisa menggunakan KBBI secara online di komputer anda. Program ini merupakan program opensource bernama StarDict. Adapun seorang programmer Indonesia telah membuat database versi offline-nya dari situs KBBI Online. Saya juga sudah menggunakannya dan bermanfaat dalam mengerjakan tugas akhir saya. Bagi yang ingin meng-install-nya bisa mencobanya di sini
Seringkah anda menggunakan kamus ini?? Bagaimana menurut anda??
~Wibisono~

Dalam era persaingan global ini, perusahaan jasa dan manufaktur dituntut untuk bersaingan dengan maksimal dengan para kompetitor untuk mendapatkan pendapatan yang lebih agar perusahaan lebih bertahan. Apalagi perusahaan juga harus melakukan respon yang cepat terhadap pasar yang ada dikarenakan tuntutan dari pasar yang bergerak secara dinamis. Selain itu rantai pasok (supply chain) harus bergerak secara cepat untuk memenuhi kebutuhan mulai dari bahan baku dari pemasok (supplier) sampai barang yang sudah jadi yang berada di konsumen. Oleh karena itu perlu suatu adanya monitoring untuk memantau aktivitas perusahaan untuk memudahkan proses kerja.
Minesweeper merupakan salah satu game favorit saya. Ini merupakan game komputer yang terdapat di sistem operasi di Windows, Linux dan MacOs. Arti kata dari Minesweeper sendiri yaituberarti penjinak ranjau. Tujuan dari game ini adalah bagaimana menjinakkan sebuah ranjau tanpa meledak. Jika ranjau meledak, permainan akan berakhir. Game ini memang mengasah otak dan membuat kita berfikir keras. Apalagi ada batasan waktunya juga dalam permainan ini.
Sudah hampir satu bulan ini (13/12/09), saya bisa berinternet di rumah yang berada di Sragen. Daerahnya tepatnya di sekitar alun-alun Sragen. Koneksi internet yang saya gunakan yaitu menggunakan koneksi
Open Source diartikan sebagai sumber terbuka. Suatu sistem yang kode sumber-nya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan sesuai dengan lisensi open source itu sendiri. Kebalikan dari Open Source adalah Close Source. Berbeda dengan open Source, Close source memiliki sumber sistem yang tertutup sehingga setiap orang tidak bisa mempelajari dan mengubah dari sistem tersebut. Hanya Pemilik dan pengembang dari sistem tersebut yang bisa mempunyai hak.