Nasi Sambal Tumpang

Bagi pecinta kuliner dan makanan, Nasi sambal Tumpang merupakan masakan yang terdiri dari nasi sambal tumpang dan ditambah dengan sayur-mayur sebagai pelengkap. Saya tidak tahu dari mana asal usul masakan ini tapi biasanya nasi tumpang ini merupakan masakan khas sekitar Solo termasuk juga Sragen. Bagi warga Sragen sendiri, Nasi sambal tumpang ini merupakan masakan yang tidak asing. Dari pagi sampai malam itu ada banyak penjual makanan nasi sambal tumpang ini.

Jika dilihat dan dipandang sepintas, Nasi Sambal Tumpang hampir sama dengan Sambal Pecel. Bahkan ada perpaduan antara sambal Tumpang dengan Sambal Pecel. Rasanya juga terasa enak. Bedanya sambal tumpang itu sambalnya terbuat dari tempe bosok (busuk) yang ditumbuk halus.  Tempe bosok memang sengaja dibuat busuk dan dijual. Rasa yang ditimbulkan dari tempe bosok ini yaitu rasa sangit. Namun rasa dari tempe bosok terasa berbeda ketika sudah diolah menjadi dan beberapa bumbu lain seperti kencur, daun jeruk, dll.  Selain itu, di dalam Sambal Tumpang ini juga terdapat tahu yang diolah bersama Sambal Tumpang ini.

Nasi Sambal Tumpang ini biasanya cocok untuk dihidangkan pada pagi hari sebagai menu makan pagi. Apalagi dengan nasi yang masih hangat. Nasi Sambal Tumpang ini cocok dinikmati dengan lauk Telur, Tempe, Bakwan, Rambak, Krupuk, dan Ayam.  Bagi yang berkunjung ke Sragen, banyak sekali penjual masakan Nasi Sambal Tumpang  saat pagi hari. Ada yang paling terkenal di Sragen yang menjual Nasi Sambal Tumpang di pagi hari. Yaitu, di Mbah Jami dekat perempatan Poltas Pasar Bunder Sragen. Harga perbungkus yang dijual sangat murah, hanya 1500 rupiah. Padahal menikmati satu bungkus sudah membuat perut terasa kenyang. Nasi Sambal Tumpang ini juga bisa dinikmati sebagai menu makan malam. Di Sragen warung Nasi Sambal Tumpang terkenal yang menjual pada malam hari yaitu di Mbah Templek. Begitu orang menyebutnya. Harganya juga tidak kalah murah juga.

Bagaimana menurut anda ?? Sudahkah anda mencoba Nasi Sambal Tumpang?? kalau belum sebaiknya anda mencobanya. Selamat berkuliner. :grin:

~wibisono~

sumber gambar dari yuliarso

About the Author

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tidak seperti yang diucapkan api kepada kayu yang menjadikan sebagai abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tidak seperti yang diucapkan mendung kepada awan. Yang menjadikannya menghilang. sajak dari sapardi djoko damono dengan judul aku ingin