Banyak orang beranggapan bahwa hal hal yang kecil itu tidak begitu penting. Kadang kita pernah meremahkan hal-hal negatif dan tidak yang bersifat kecil dan sederhana. Seperti membuang sampah sembarangan, Mencontek pada saat ujian, melanggar lampu lalu lintas dan hal lain-lainnya yang negatif. Bagi kita, kegiatan negatif seperti itu merupakan pelanggaran pelanggaran kecil yang bisa ditolerir. masih diberi batas toleransi. Orang orang yang belum pernah melakukan pelanggaran akan ikut mengekor karena tidak adanya suatu sanksi. Selain itu, pelanggaran-pelanggaran yang kecil jika dibiarkan terus-menerus akan memicu pelanggaran yang lebih besar. Kondisi ini dianalogikan sebagai jendela kaca pada sebuah rumah.
Teori Jendela pecah (Broken Windows) ini dikemukan oleh James Q. wilson dan George kelling, seorang Kriminolog, Jika sebuah jendela rumah pecah dan dibiarkan saja, siapapun yang lewat cenderung menyimpulkan pastilah di situ tidak ada yang peduli atau bahwa rumah itu tidak berpenghuni. Dalam waktu singkat akan ada lagi jendela lain yang pecah, dan belakangan berkembang anarki yang menyebar ke sekitar tempat itu. Di sebuah kota, awal yang remeh seperti coret-coret, ketidakteraturan. semua setara dengan jendela pecah, yaitu ajakan untuk berbuat kejahatan lebih serius. Ini sebuah teori epidemi untuk kejahatan. Menurut teori ini kejahatan bersifat menular seperti halnya trend mode pakaian – sehingga dengan awal yang remeh seperti memecah sebuah kaca jendela, perbuatan yang sama segera menyebar ke seluruh wilayah.
Misalnya jika suatu tempat tempat umum, ada orang yang membuang sampah sembarangan. Maka persepsi yang terjadi, yaitu akan menimbulkan keinginan orang untuk membuang sampah sembarangan juga. Akibat yang lebih besar akan muncul keinginan untuk melakukan aksi vandalisme dan premanisme mulai dari aksi corat-coret sampai kriminalitas berat. Dengan melakukan penghilangan dan pengurangan pelanggaran kecil diharapkan aksi kriminalitas besar juga akan berkurang.
Jangan sampai kita meremehkan pelanggaran kecil karena akan menimbulkan jendela-jendela lain yang akan pecah. Di sekitar kita sendiri sudah banyak kondisi seperti ini. Saya teringat akan kata Aa’ Gym. Beliau selalu menyampaikan ajaran 3M-nya. Mulai dari diri sendiri. Mulai dari yang kecil-kecil dan mulai dari sekarang juga. Bagaimana menurut anda ??
~wibisono~
Teori jendela pecah…
Hm… aku jg suka gembar-gembor ttg itu.
Perlunya sesuatu kejadian yg gampang menular utk direspon sedini mungkin
.-= – - -> Tulisan OdyDasa saat ini ..CyberLecture menggunakan Claroline =-.
makasih ya dah berkunjung ke blog ku…. *blog walking* salam kenal … tulisannya keren
keren dan cakep analogy nya……
makasih karena sudah mengatakan bahwa saya keren dan cakep..
Setujuh juga!
Saya sangat setubuh,, eh setujuh..
setujuh gan
setuju.. yang penting ayo dilaksanakan…
setujah!! alias setuju. tapi kalau udah jadi sistem gimana ya? kita mau baik, tapi jadi aneh di tengah orang2,,, hmmmm
.-= – - -> Tulisan wahyu saat ini ..Bebek Sinjay Madura, Sambal Asam Pedas =-.
Jendela bahasa inggrise window, dadi saiki enek OS Windows Pecah.
.-= – - -> Tulisan Andika Sanjaya saat ini ..Foto: Benda-Benda Sekitar =-.
hahaha.. mas andika ini bisa-bisa saja..
weh…ini tuh materi anak2 Hukum…
wah betul to kang.. Sebenarnya Teori broken Windows itu memang sudah diterapkan oleh salah satu kepala polisi di amerika dengan mengurangi kegiatan pencoretan tembok salah satu stasiun. dan akibatnya semua kejahatan besar baik pencurian dan pembunuhan menjadi berkurang..
kang aku diajari lebih lanjut yo..