SuperQurban

Hari Raya Idul Adha 2009 jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah 1430 H atau bertepatan dengan tanggal 27 November 2009.  Hari raya itu merupakan hari raya umat muslim (islam) shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Berqurban merupakan ibadah wajib menurut sebagian ulama dan sunnat muakkad menurut ulama yang lain, dengan berqurban pula kita mendidik diri kita dan keluarga untuk meresapi makna pengorbanan sebagaimana Nabiyullah Ibrahim memberikan contoh pengorbanan secara hakiki, dan penyembelihan hewan qurban adalah salah satu ritual dari makna pengorbanan itu untuk menggapai ketaqwaan kepada Allah SWT.

Kurban adalah hewan (berupa unta, sapi, atau kambing) yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ayat Al Qur’an di bawah ini menjadi dasar syariat penyembelihan hewan kurban.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah.” (Al Kautsar 1-2)

Ibnu Jarir mengartikan ayat tersebut sebagai berikut : “Jadikanlah shalatmu ikhlas hanya untuk Allah semata dengan sama sekali tidak mengharapkan kepada selain daripada-Nya. Demikian juga kurban yang kamu tunaikan, niatkanlah hanya untuk Allah, tidak untuk berhala-berhala, sebagai realisasi syukur atas apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu yang tak terhingga banyaknya.”

*****

Banyak dari kebiasaan kita dalam berqurban hanyalah identik dengan pesta sate dan gulai dalam 2 sampai 3 hari setelah Idul Adha, sementara dalam waktu 12 bulan ke depan kembali masyarakat (terutama di daerah-daerah miskin) memakan daging hanyalah menjadi khayalan, belum lagi kondisi alam Indonesia yang rentan terhadap bencana alam, yang selalu saja menjadi pemandangan umum ketika bencana alam tiba bantuan dari masyarakat tidak lebih dari unsur karbohidrat semata (nasi, mie dsb) padahal dibalik kesadaran kaum muslimin untuk berqurban serta melimpahnya hewan yang diqurbankan pada hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik, tersimpan potensi yang sangat besar bahwa daging qurban mampu untuk digunakan sebagai sarana untuk membina masyarakat miskin, serta daerah-daerah bencana alam.

dengan adanya program superqurban dari rumahzakat ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan ibadah qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi kornet. Produk inovatif ini sebagai solusi yang mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging qurban sampai ke daerah-daerah pelosok. Kornet awet hingga 3 tahun, dapat didistribusikan sepanjang tahun, dan efektif untuk pembinaan gizi dan aqidah.

Mengapa SuperQurban?

  1. Sesuai syariah. Hewan dipotong dalam kondisi sehat pada hari raya Idul Adha hingga hari tasyrik. Dari Aisyah r.a, beliau berkata, “Dahulu kami biasa mengasinkan (mengawetkan) daging udhhiyyah (qurban) sehingga kami bawa ke Madinah, tiba-tiba Nabi saw. bersabda “Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari”. (HR. Bukhari-Muslim).
  2. Kesehatan Terjamin
  3. Kornet tahan lama hingga jangka waktu 3 tahun. Diproduksi oleh perusahaan yang telah berpengalaman dalam pengemasan produk ekspor, dengan standar halal MUI dan pengawasan BPOM.
  4. Aksi distribusi dilakukan sepanjang tahun
  5. Menjangkau pelosok Indonesia
  6. Praktis. Mudah dibawa, siap didistribusikan secara cepat sebagai bantuan pangan untuk korban bencana dan musibah lainnya
  7. Solusi Efektif Bantu Korban Bencana
  8. Terbukti sukses untuk membantu korban konflik Ambon, Maluku Utara, bencana tsunami Aceh, gizi buruk di Banten, longsor Banjarnegara, gempa DIY-Jateng, di Sumatra Barat,  tsunami pangandaran dan bina desa lainnya. Bahkan berhasil membantu hingga mancanegara.

Di Saudi Arabia pun daging qurban itu disimpan dalam freezer raksasa, kemudian dikirim ke negri-negri muslim yang membutuhkan. Daging qurban dikornetkan boleh. Dengan dikornetkan berarti diberikan ke daerah-daerah yang membutuhkan. Diwaktu yang lain misalnya untuk pengungsi daerah bencana dan konflik.

informasi mengenai superqurban dapat di download disini

sumber dan referensi:

About the Author

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tidak seperti yang diucapkan api kepada kayu yang menjadikan sebagai abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tidak seperti yang diucapkan mendung kepada awan. Yang menjadikannya menghilang. sajak dari sapardi djoko damono dengan judul aku ingin