Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Menurut kalender Hijriyah, pada saat ini kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah 1430 H. Bagi umat Muslim di dunia, bulan ini mempunyai beberapa keistimewaan juga. Salah satunya ibadah Qurban. Selain itu bulan ini juga mempunyai banyak amalan-amalan yang disyari’atkan agar meningkatkan kualitas ibadah kita dimata Allah subhanahu wata’ala.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah,dari Ibnu ‘Abbas r.a., bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun.”
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.”

*****

Adapun Macam-macam Amalan yang Disyari’atkan selama bulan Dzulhijjah ini yaitu :

  1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah. Amal ini adalah yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain; sabda Nabi, “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.”
  2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya terutama pada hari Arafah. Puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa dari Abu Qatadah r.a.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berpuasa pada hari Arafah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya.”
  3. Takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, “… dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” [Surah Al-Hajj : 28].
  4. Taubat serta meninggalkan segala maksiat dan dosa, sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan ketaatan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah , bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya.” [Hadits Muttafaq 'Alaih].
  5. Banyak beramal shalih, berupa ibadah sunnah seperti: shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf-nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, bahkan sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihadnya orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
  6. Disyariatkan pada hari-hari itu takbir muthlaq, yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlang-sung hingga shalat Ashar pada akhir hari Tasyriq.
  7. Berkurban pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq. Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihi salam yakni ketika Allah menebus putranya dengan sembelihan yang agung.
  8. Melaksanakan shalat Idul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti: nyanyian, judi, mabuk dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapus-nya amal kebajikan yang dilakukannya selama sepuluh hari.
  9. Mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah , melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan;

Manfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya. Semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. InsyaAllah, saya juga akan berusaha untuk mengamalkan amalan-amalan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga amal ibadah kita diterima di Sisi Allah.

sumber dan referensi :

foto diambil dari http://pecintarasulullah.blogdetik.com/

About the Author

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tidak seperti yang diucapkan api kepada kayu yang menjadikan sebagai abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tidak seperti yang diucapkan mendung kepada awan. Yang menjadikannya menghilang. sajak dari sapardi djoko damono dengan judul aku ingin